Cari Artikel

Loading

Komas : Manfaat Komputer Bagi Masyarakat Masih Dirasa Kurang

Di tengah arus globalisasi dan tekhnologi informasi yang pesat, kita harus menggali Manfaat Komputer Bagi Masyarakat secara optimal. Karena di era yang serba digital seperti sekarang ini, segala sesuatunya pastilah memiliki keterkaitan dengan dunia komputer. Tidak ada satu bidang kehidupan yang terlepas dari peranan komputer, terutama jika dikaitkan dengan masalah administrasi.

Sayangnya, peran dan manfaat komputer bagi masyarakat ini belum banyak dirasakan ketika harus berkaitan dengan birokrasi pemerintahan. Fungsi komputer yang ada di beberapa kantor pemerintah, nampaknya baru sekadar sebagai sebuah aksesoris dan belum diberdayakan secara optimal. Akibatnya, ketika harus berhubungan dengan dunia birokrasi, masyarakat masih harus berhadapan dengan sistem yang bersifat konvensional dan tidak efisien.


Hal ini ditandai dengan belum terintegrasinya sistem administrasi pemerintah. Masih banyak instansi yang menggunakan manajeman kearsipan berbasis pencatatan di dalam buku. Akibatnya, masih banyak ditemukan instansi yang harus kerepotan dalam mengurus tumpukan dokumen usang yang seharusnya sudah tidak diperlukan lagi. Hal seperti ini khususnya masih banyak ditemukan di instansi level bawah seperti kelurahan dan kecamatan.

Penyebab Gagapnya Penguasaan Komputer

Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab masih lemahnya pemanfaatan komputer dalam proses pelayanan masyarakat di instansi pemerintah. Di mana hal ini berdampak pada masih berbelitnya segala urusan yang terkait dengan urusan birokrasi pemerintah. Dan biasanya, kerumitan tersebut menjadi pangkal terjadinya proses korupsi di Indonesia.

Beberapa hal yang menghambat penggunaan komputer di instansi pemerintah adalah :

  1. Minimnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang tekhnologi terkini. Hal ini karena sebagian besar pegawai pemerintah memiliki latar belakang pendidikan rendah dan berasal dari usia yang tidak produktif untuk belajar menerima hal yang bersifat baru. 
  2. Mental korup yang kuat, menjadikan masalah kerumitan birokrasi menjadi sebuah hal yang disengaja.
  3. Belum meratanya pembangunan tekhnologi informasi khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan luar Jawa. Sehingga masih menyulitkan untuk menciptakan sistem yang terintegrasi secara menyeluruh antar instansi pemerintah.
  4. Masih rendahnya masyarakat yang melek komputer, sehingga sebagian masyarakat masih memilih untuk mendapatkan pelayanan dengan sistem konvensional yang berbasis pencatatan paper atau kertas.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar