Cari Artikel

Loading

Sering Online Indikator Pelanggar Hukum ?

Ilustrasi
Sebuah studi psikologis baru mengungkapkan bahwa mereka yang gemar mengakses internet bisa jadi merupakan pribadi anti-sosial yang berpotensi melanggar hukum.

Itulah hasil jajak pendapat yang dilakukan Australian National University terhadap pengguna internet sebagaimana dilansir Tech Eye, Sabtu (30/4/2011). Menurut hasil survei itu, kendati pengguna internet reguler lebih peduli terhadap politik, namun pandangan mereka terhadap masyarakat lebih 'gelap' dibandingkan orang lain.


Hasil survei itu mengungkapkan pengguna internet reguler adalah mereka yang mengakses dunia maya lebih dari sekali setiap harinya. Dibandingkan mereka yang jarang online, hanya 38 persen dari pengguna internet yang merasa bahwa menaati peraturan dan regulasi adalah hal penting.


Lebih lanjut, kelompok pengguna ini dinilai sulit menerima norma-norma tradisional kemasyarakatan seperti menaati peraturan atau aktif di kegiatan organisasi.

Meski demikian, survei itu bertentangan dengan pendapat peneliti Juliet Pietsch yang mengatakan bahwa internet sebenarnya tidak mengakibatkan orang-orang bersikap anti-sosial. Pietsch mengklaim lebih dari 70 persen pengguna internet reguler merasa sangat penting untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung dibandingkan mereka.

Pietsch juga mengatakan mereka yang lebih sering mengakses internet lebih mengetahui situasi politik dibandingkan mereka yang jarang mengakses dunia maya.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar