Cari Artikel

Loading

Kematian Osama Picu Spam dan Malware

Para ahli keamanan mengatakan kalau berita kematian Osama Bin Laden adalah sebuah keuntungan bagi para pembuat spam dan malware, sebagaimana mereka akan menjadikan berita tersebut sebagai modal penipuan di internet.

Berita kematian Bin Laden hari ini telah menjadi pencarian terpopuler di Google dan trending topic di Twitter. Setelah itu para penipu telah membuat berita palsu untuk situs Google dan jejaring sosial. Demikian seperti yang dikutip dari SC magazine, Senin (2/5/2011).


"Dalam waktu 24 jam, kami berprediksi akan ada 100 juta spam email mengenai kematian Bin Laden. Setiap ada kejadian besar selalu saja diikuti oleh penipuan internet" ujar Steve Martin, SMB director, Symantec.


Martin mengatakan bahwa kematian Bin Laden ini bisa menjadi pemicu dikirimnya malware ke pengguna. "Mereka harus waspada, jangan mengklik likn yang mengarahkan situs berita. Lebih baik ke situs berita terpercaya dan mengetik secara manual link-nya," sarannya.

Martin juga menambahkan kalau penyingkat URL juga rentan, karena mereka menyembunyikan link aslinya.

Sementara itu, Paul Ducklin, Chief Technical Officer dari Sophos mengatakan kalau blackhat search engine optimiser (SEO) kan mulai membuat berita palsu, bahkan situs palsu.

"Kita sudah melihat serangan tersebut ketika peristiwa tunangan Pangeran William dengan Kate Middleton. Kini kita akan melihantnya kembali," ujar Ducklin.

Jika sang penyerang memiliki akses ke sebuah situs, maka mereka juga bisa menggunakan PHP script untuk menipu fungsi anti-malware di mesin pencari seperti Google.

"Bahkan mereka dapat membuat suatu situs palsu terdeteksi sebagai situs asli oleh Google," tambah Ducklin.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar