Cari Artikel

Loading

Cegah Penyakit Menyebar dengan Twitter

Twitter ternyata bisa menjadi alat vital pencegah penyebaran penyakit maupun virus. Sebuah teknologi pemetaan yang memonitor dan memberi peringatan kepada pengguna berbasis tweet saat ini sedang dikembangkan.

Sistem pemetaan grafis itu bernama Kazemill. Ia adalah sebuah layanan online yang memonitor aktivitas Twitter dan menyaring data relevan dari 'cuitan' atau tweet per jam.

Kazemill akan menyajikan data real-time dalam kode berwarna di peta untuk menunjukan penyebaran gejala yang dikeluhkan oleh pengguna. Sistem ini dikembangkan oleh IPG, milik sebuah lembaga internasional bernama McCann Healthcare.


McCann juga berencana membawa sistem pemetaan berbasis twitter ini seperti sebuah ramalan cuaca di televisi. Ia akan memberikan laporan musiman mengenai penyebaran penyakit demam, flu, dan alergi.


Lembaga itu mengklaim teknologi ini cukup pintar untuk membedakan antara tweet yang mengindikasikan keluhan sakit biasa dengan yang menyatakan gejala penyakit serius.

Sebagai yang pertama, McCann telah bekerja dengan perusahaan farmasi yang berbasis di Tokyo, SSP. Perusahaan ini adalah anak perusahaan Jerman Boehringer Ingelheim, yang membuat produk untuk penyakit termasuk obat demam dan flu.

"Twitter dan marketing sosial menjadi kesatuan yang sempurna untuk mengatasi penyakit, terlebih lagi pada penyakit musiman dan berulang," kata Kazuhiro Koshidaka, Kepala Marketing di SSP, seperti dikutip dari laman The Guardian, Kamis (5/5/2011).

Dalam sistem pemetaan yang dibuat untuk versi Jepang, setiap harinya ada 18000 tweet yang menunjukkan gejala tertentu seperti radang tenggorokan, pilek atau kedinginan, digabungkan dengan informasi geografis dan kemudian diletakan di atas peta Jepang.

Peta itu memperlihatkan penyakit dengan warna, misalnya oranye untuk gatal tenggorokan, ungu untuk batuk, dan merah untuk demam. Peta itu juga memperlihatkan penyebaran penyakit di daerah tertentu.

Produk ini rencananya akan diluncurkan dengan menggandeng sejumlah mitra dalam beberapa tahun kedepan.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar