Cari Artikel

Loading

Setelah Lumpuhkan Internet Dua Negara, Nenek 75 Tahun Curhat

Hayastan Shakarian
Masih ingat dengan seorang nenek di Georgia yang memutus koneksi internet di dua negara? Sang nenek yang teridentifikasi bernama Hayastan Shakarian itu kini telah ditangkap aparat, namun mengajukan pembelaan bahwa dia tidak bersalah.

Ulah Shakarian memang menghebohkan, di mana dia memotong kabel fiber optik dan membuat ribuan user internet di Armenia dan Georgia gagal online. Si nenek pun curhat  bahwa dia tidak tahu apa-apa mengenai internet.

"Aku tidak memotong kabel ini. Secara fisik, aku tidak bisa melakukannya. Aku juga tidak mengerti apakah internet itu," ucap sang nenek berurai air mata, seperti dilansir AFP , Selasa (12/4/2011).


Nenek Shakarian tinggal di sebuah desa miskin di wilayah Armazi, sekitar 15 km dari ibu kota Tbilisi. Dia saat ini sedang diproses di pengadilan dan terancam hukuman 3 tahun penjara jika terbukti bersalah.

"Ibuku tidak bersalah. Dia menangis sepanjang waktu. Dia sangat ketakutan," tutur anaknya, Sergo Shakarian.

Namun meski mengaku tidak bersalah, Kementerian Dalam Negeri Georgia memastikan bahwa si nenek sudah mengaku perbuatannya merusak kabel fiber optik. Insiden ini telah menarik perhatian dunia dan banyak dibicarakan di forum online.

Beberapa pihak kasihan pada nenek Shakarian. Mereka mengusulkan dia tidak dihukum mengingat usianya yang renta dan ketidaktahuannya mengenai akibat perbuatan itu.

Akan tetapi memang dampak dari ulah sang nenek amat signifikan. Perusahaan pemilik kabel, Georgian Railway Telecom, menyatakan kerusakan membuat 90% user internet biasa dan korporat di Armenia kehilangan akses selama 12 jam.





4 komentar:

Belajar Komputer mengatakan...

trnyata di luar sana masih ada juga yg tdk tau tentang internet... :D

KabKomTI mengatakan...

iya, tidak hanya di Indonesia ya ternyata..

:)

momo mengatakan...

kasian tuh nenek.. harusnya itu jadi pembelajaran buat para perusahaan penyedia layanan internet dalam keamanan jaringan yg mereka miliki. eh malah nyari kambing hitam. gk kereen

KabKomTI mengatakan...

yup mo, harusnya dari kejadian ini, pihak perusahaan lebih belajar dalam hal instalasi jaringan biar kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa yang merugikan banyak pihak.

Poskan Komentar