Cari Artikel

Loading

Pasar Monitor Komputer Indonesia Masih 'Seksi'

Ilustrasi
Persaingan industri monitor komputer di Indonesia dinilai sangat ketat. Sebab, potensi pasar terbilang masih 'seksi', bahkan tumbuh dua kali lipat tiap tahunnya. Diprediksi, pertumbuhan tersebut akan terus melaju kencang bila pemerintah terus memperbaiki iklim perdagangan yang lebih kondusif.

"Selalu tumbuh dua kali lipat dari tahun ke tahun. Ini menunjukan pasar di Indonesia sangat besar. Tahun ini juga akan kami targetkan dua kali lipat dari tahun 2010," kata Business Manager Mega Komputindo Lestari (MKL), Bun Kim Sam di sela-sela acara AOC APMEA Disty Party di Xiamen, Fujian, China.


MKL selaku distributor resmi layar monitor AOC menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut seiring peningkatan pasar global yakni Asia Pasifik dan Timur Tengah (APMEA). Di kawasan ini, terjadi peningkatan penjualan AOC hingga 60 persen atau 16 juta unit. Di Indonesia sendiri, termasuk yang fantastis.


"Karena kami berani menawarkan berbagai kelebihan. Garansi hingga 3 tahun. Harganya juga sangat marketable. Yakni yang paling banyak permintaan untuk kisaran Rp 700 ribu per unit untuk layar 16 dan 18,5 inch," ucap Kim Sam yang pada kesempatan tersebut menerima penghargaan Best Performance Award dari AOC Asia Pasifik.

Jumlah tersebut masih dihitung untuk pasar retail saja. Bila AOC Indonesia melebarkan sayap untuk penjualan partai besar, korporat maupun pemerintahan, diyakini pertumbuhan AOC akan meningkat tajam. "Ke depannya kami akan menjajaki pasar korporat. Sekarang masih sebatas retail," tandas Kim Sam.

Menurut data survei yang dilakukan IDC, pada kuartal IV 2010, AOC menguasai pasar Asia Pasifik dengan market share 58%. Di Filipina misalkan, AOC menguasai pangsa pasar 34,2%. Begitu pun di China, Selandia Baru, Vietnam dan Malaysia, monitor AOC diklaim menjadi pemain utama.

"Bahwa laju pertumbuhan AOC menjadi alasan bagi kompetitor untuk waspada. Tetapi untuk persaingan bisnis, ini perlu dipertahankan untuk kemajuan semua mitra AOC," kata General Manajer AOC Ray Zhou di kesempatan sama.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar