Cari Artikel

Loading

Jumlah Anak Pengguna Jejaring Sosial Meningkat

Ilustrasi
Berdasarkan survei terbaru Komisi Eropa (EC), jumlah anak yang menggunakan situs jejaring sosial mengalami peningkatan. Bahkan, 50 persen dari anak usia 9 hingga 12 tahun di Inggris sudah memiliki profil di dunia maya.

EC mengungkapkan secara keseluruhan, 43 responden muda yang mereka survei memiliki profil online. Khusus untuk kelompok usia 13 hingga 16 bahkan mengalami peningkatan hingga 88 persen.



Demikian hasil survei terhadap 25 ribu remaja di seluruh Eropa sebagaimana dilansir Daily Mail, Selasa (19/4/2011). Satu dari 10 responden mengklaim memiliki profil publik, di mana seperlimanya mengaku menampilkan alamat dan nomor telepon mereka.

Kelompok usia 9 hingga 12 lebih mungkin menampilkan informasi penting mereka di domain publik. Namun hanya setengah dari responden usia 11 dan 12 tahun mengaku memahami cara mengganti pengaturan privasi di berbagai media sosial.

Hasil survei ini jelas mengkhawatirkan, mengingat begitu rapuhnya pengguna internet usia muda. "Jumlah anak yang mengakses jejaring sosial meningkat, tapi kebanyakan dari mereka belum melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri," cetus Neelie Kroes selaku komisioner Uni Eropa untuk agenda digital.

"Seluruh situs jejaring sosial harus segera membatasi akses profil anak-anak ini hanya kepada daftar kontak yang telah disetujui serta melalui mesin pencari," lanjut Kroes.

Kroes juga mengimbau agar situs-situs yang belum terdaftar dalam regulasi Uni Eropa terkait penggunaan jejaring sosial yang aman untuk segera mendaftarkan diri.

Pada 2009 lalu, 17 perusahaan termasuk Bebo, Google dan YouTube, Microsoft Europe, Myspace dan Yahoo Europe telah mendaftarkan diri dalam regulasi tersebut guna meningkatkan keamanan pengguna jejaring sosial di bawah usia 18.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar