Cari Artikel

Loading

Homefront, Game dengan Cerita yang Menarik

Homefront
Akhir - akhir ini para developer game berlomba menerbitkan game FPS, salahsatunya adalah game Homefront besutan KAOS Studios yang sebelumnya pernah menerbitkan game Frontlines : Fuel of War dan kurang mendapat respon tinggi oleh gamer. Dapatkah game terbaru mereka berhasil merebut perhatian gamer kali ini ? Mari kita simak ulasan dibawah ini.



STORY
Homefront mengisahkan cerita fiksi dengan seting pada tahun 2027, Dimana perekonomian negara Amerika telah jatuh dan terjadi kerusuhan dimana-mana. Hal ini menyebabkan negara Greater Korean Republic melancarkan serangan besar-besaran ke negara Amerika. Dalam game ini kita akan berperan sebagai Robert Jacobs, seorang Pilot yang menjadi tawanan tentara musuh. Yang kemudian berhasil lolos dan bergabung dengan pasukan pejuang dan tentara amerika untuk memperjuangkan tanah dan rumah mereka. Cerita game ini memang terlihat berbobot, namun sayangnya ending cerita dari game ini kurang mengigit.


Adegan demi adegan disepanjang permainan benar-benar tersusun rapi dan berhasil menciptakan rasa emosional dan menebar ketakutan akan peperangan pada pemain, seperti pada adegan awal saat kita tertangkap dan dimasukan kedalam bus yang menelusuri jalan, sambil menyaksikan para tentara Korea menangkap warga sipil dan mengumpulkan mayat-mayat. Bahkan ada yang membunuh tawanan didepan anaknya yang kemudian menyebabkan anak kecil tersebut menangis sekencang-kencangnya. Di sisi lain, juga terlihat para tentara Korea Utara sedang sibuk menyiapkan blokade di perkarangan rumah.

GAMEPLAY
Disepanjang permainan kita bakal ditemanin oleh NPC yang dikontrol oleh AI komputer yang juga akan menuntun kita ke arah tujuan selanjutnya. Dan ini membuat permainan pun terasa kaku. Padahal level permainan dalam game ini tidaklah begitu luas hanya dari satu point ke point berikutnya. AI NPC dalam game ini selalu bergerak paling depan dan akan menjadi umpan bagi serangan musuh, sehingga kita yang berada dibelakang dapat dengan mudah menembak musuh. Untungnya AI musuh juga cukup pintar, walau kita berada dibelakang AI NPC, beberapa AI musuh tetap mengincar kita. Jadi tetap waspadalah…


Pilihan senjata digame ini cukup terbatas, kita hanya bisa mendapatkan senjata baru dari musuh yang tewas atau yang tergeletak pada sudut level permainan, Namun salahsatu senjata muktahir dalam game ini adalah Goliath, sebuah kendaraan APC drone dengan dibekali senapan mesin dan roket, yang dikendalikan dari jarak jauh untuk menyerang target yang ditentukan. Dengan menekan tombol 4 pada keyboard untuk memunculkan teropong agar dapat memantau posisi target musuh. Kemudian menandai target dan mengeksekusi mengunakan tombol kanan mouse. APC drone ini juga dapat otomatis bergerak dan menembak tentara musuh yang berada disekitar mesin tempur canggih tersebut.

Kita tidak hanya melakukan perang gerilya melewati perkarangan rumah dan jalanan kota. Pada level berikutnya, kita akan menjalankan misi yang mengunakan Helikopter dan Kita dapat mengubah sudut pandang tampilan, baik dari sudut pandang dalam kokpit atau sudut pandang ketiga. Helikopter dipersenjatai dua jenis senjata yang dapat kita pergunakan, yakni senjata mesin dan roket. Pengontrolan helikopter dalam game ini pun terasa lincah dan gampang untuk dikendalikan.


Selain helikopter, pada level terakhir kita akan menaiki mobil Humvee dan bertindak sebagai penembak, sedangkan AI NPC sebagai pengemudi yang nantinya akan berhadapan dengan kendaraan APC drone milik musuh sebagai Boss musuh terakhir. Pertarungan pun berlangsung kejar-kejaran diatas jembatan sambil menghujankan perluru ke musuh dan menghindari tembakan roket. Menurut saya, pertarungan ini terasa gampang. Hanya perlu dua atau tiga kali mengulang,  Anda sudah bisa mengalahkan Boss musuh pada akhir permainan.


GRAPHIC
Walau mengunakan Unreal Engine 3, grafis game ini tampak kurang detil. Baik itu pada lingkungan dan karakter. Wajah karakter terlihat kurang hidup, apalagi pada wajah warga sipil yang ternyata saat didekati tampak seperti kartun. Padahal semua seting grafis sudah pada posisi tertinggi. Nilai lebih buat desain level permainan yang dibuat kompleks dengan dipenuhi berbagai objek. Akhir kata, grafis pada game ini kurang mewah dan mesti dipoles lagi.


OVERALL
Dari opening cerita serta adegan selama permainan terlihat menjanjikan dan saya berharap game ini sekelas game Call Of Duty atau Medal of Honor terbaru. Namun saat mencicipi gameplay game ini, terasa kaku dan tampak sebuah game FPS standar saja. Sangat disayangkan juga waktu permainan yang pendek dan ending game yang kurang memuaskan. Walau begitu tema cerita game ini memberikan nilai tambah tersendiri.

 





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar