Cari Artikel

Loading

Google "Back to Nature" di Hari Bumi

Google Doodle Back to Nature
Memperingati Hari Bumi yang jatuh tepat hari ini, Jumat 22 April 2011, Google menerbitkan halaman doodle unik yang beraroma 'hijau' dan back to nature. Bukan Google namanya jika tidak mampu penyajian halaman yang interaktif dan menarik. Dalam halaman pertama google tersebut pemandangan asri tentang bumi dipamerkan.
Dalam gambar Doodle itu tergambar air terjun mengalir, sepasang penguin, ikan, sepasang panda, singa, katak burung, rakoon, koala, pohon bambu, suasana kutub, hutan tropis, gurun, awan yang bergerak dan matahari. Semua hal tersebut seolah menjadi isarat google untuk memperingati hari bumi. 
Cobalah Anda arahkan kursor Anda ke air terjun, maka secara interaktif akan ada ikan yang muncul dipermukaan air yang berenang dan memanjat air terjun. Ketika sampai diatas ikan itu dimakan beruang. Begitupula jika Anda mengarahkan kursor ke singa yang digambarkan sedang tertidur, maka secara otomatis ia akan terbangun. Tak hanya itu hampir setiap binatang yang ada pada doodle kali ini akan beranimasi ketika anda mengarahkan kursor mouse kepada binatang-binatang tersebut.
 
Doodles, yang jika diterjemahkan melalui google translate berarti corat-coret, dikenal sebagai perubahan dekoratif yang dibuat untuk menggantikan logo Google. Tujuannya untuk merayakan liburan, peringatan, hingga kelahiran maupun prestasi para pelaku sejarah.
 
Sekira 31 tahun lalu, tepatnya (22/4/1970), Hari Bumi untuk pertama kalinya diselenggarakan di Amerika Serikat, diprakarsai seorang senator, Gaylord Nelson. Embrio gagasan Hari Bumi dimulai sejak ia menyampaikan pidatonya di Seattle pada 1969, tentang desakan untuk memasukkan isu-isu kontroversial, dalam hal ini lingkungan hidup, dalam kurikulum resmi perguruan tinggi mengikuti model teach in mengenai masalah anti perang. Tak dinyana, gagasan Nelson mendapat dukungan yang mencengangkan dari 20 Juta masyarakat sipil AS.
 
Dukungan ini terus membesar dan memuncak dengan menggelar peringatan Hari Bumi yang monumental. Majalah Time memperkirakan sekitar 20 juta orang turun ke jalan pada 22 April 1970. Nelson menyebutkan fenomena ini sebagai 'ledakan akar rumput yang sangat mencengangkan'.
 
"Masyarakat umum sungguh peduli dan Hari Bumi menjadi kesempatan pertama sehingga mereka benar-benar dapat berpartisipasi dalam suatu demonstrasi yang meluas secara nasional, dan dengan itu menyempaikan pesan yang serius dan mantap kepada para politisi untuk bangkit dan berbuat sesuatu," katanya.
Kini peringatan Hari Bumi telah menjadi sebuah peristiwa global. Para pelaksana peringatan Hari Bumi menyatukan diri dalam jaringan global masyarakat sipil untuk Hari Bumi yakni Earth Day Network yang berpusat di Seattle. Bila Hari Bumi '70 pertama paling tidak melibatkan 20 juta manusia di AS, Hari Bumi pada 1990 melibatkan 200 juta manusia di seluruh dunia, maka pada Hari Bumi pada 2000 diperkirakan melibatkan 500 juta manusia di seluruh dunia dengan jargon making history-making change.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar