Cari Artikel

Loading

China Bikin Google Meredup

Setahun setelah kisruh soal kebijakan sensor dengan pemerintah China, Google mengaku bisnisnya dengan para pengiklan di negeri tirai bambu itu terus tumbuh kendati pangsa pasar mesin pencariannya anjlok.

Memang sangat aneh jika bisnis utama Google di China adalah periklanan, mengingat di luar China, perusahaan ini adalah rajanya mesin pencarian. Namun kenyataannya, pamor mesin pencarian Google di China kian redup.


Salah satu portal besar di China bahkan baru saja mengumumkan pihaknya tak lagi menggunakan mesin pencarian Google sehingga membuat pangsa pasar Google semakin merosot.

Citra Google memang dipertaruhkan di negeri ini. Ada banyak kontroversi yang membuat hubungan Google dengan pemerintah China semakin tegang.

Para analis menyebutkan, tanpa dukungan perusahaan lokal, Google akan tertinggal semakin jauh dari Baidu, mesin pencarian lokal yang menjadi rivalnya. Selain itu, akan semakin menyulitkan Google bermitra dengan perusahaan China di berbagai bidang usaha.

"Perusahaan lokal akan berpikir dua kali sebelum mereka menjalin hubungan bisnis apapun dengan Google," kata Edward Yu, pengamat dari firma riset di Beijing, China, Analysis International.

Masalah lain yang tengah dihadapi Google saat ini adalah bayang-bayang 'pengusiran' Maps dan Gmailnya dari China. Ini bermula ketika Google menuduh China mengacaukan Gmail dan belum memenuhi aturan Biro Survei dan Pemetaan China untuk mengajukan dokumen untuk izin operasional Mapsnya.

Trafik pencarian Google di China ada kuartal akhir 2010 jatuh hingga 19,6 persen dari sebelumnya 30,9 persen pada kuartal pertama. Sebaliknya Baidu, menuai berkah dari jatuhnya pangsa pasar Google dengan kenaikan hingga 75 persen.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar