Cari Artikel

Loading

Android Lebih "Terbuka" dibanding Apple iOS

Ilustrasi
Chief Executive Officer perusahaan pengembang antivirus Avast, mengungkapkan, Android merupakan platform yang "terbuka lebar" dan membuat pengguna tablet berbasis Android lebih terancam dibanding Apple iPad.

Saat berbicara pada jumpa pers di kantor pusat Avast di Prague, Republik Ceko, Vince Steckler, yang mantan Head of Asia Pacific Symantec memperingatkan bahwa ekosistem Google merupakan 'ancaman' masa depan.

"Android sangat terbuka dan sangat mudah bagi virus untuk masuk ke sana. Berbeda dengan Apple yang menggunakan ekosistem tertutup," ucap Steckler, seperti dikutip dari V3, 18 April 2011. "Saat ini Apple mengungguli Google di pasar tablet karena tablet Android kurang berhasil di pasar. Sangat tidak lazim bahwa Apple memiliki produk terbaik dan termurah secara bersamaan," ucapnya.


Namun demikian, Steckler menyebutkan, bukan berarti perangkat berbasis Apple jauh lebih aman dibanding yang lainnya. "Berbeda dengan kesan yang dibuat oleh Apple bahwa jika pengguna memiliki perangkat Apple mereka tidak perlu khawatir serangan virus. Yang jadi soal, pembuat virus tidak tertarik dengan sistem operasi Apple karena penggunanya tidak terlalu banyak," ucapnya.

Jika perangkat Apple menjadi sangat populer, kata Steckler, kondisinya akan berbeda.

Ondrej Vlcek, Chief Technology Officer Avast menambahkan, sumber utama malware saat ini adalah website yang terinfeksi yang mencapai sekitar 86 persen serangan yang terdeteksi Avast. Kondisi ini juga merupakan perubahan dibanding yang terjadi 3 tahun lalu saat email masih menjadi senjata utama penyebar virus.

"Dalam sebagian besar kasus, situs yang memiliki legitimasi tinggi juga sering kali dibajak. Umumnya terdapat celah di server web dan penyerang memasukkan script berbahaya yang akan membawa pengguna ke situs lain di Internet," ucap Vlcek.

Vlcek menyebutkan, kelebihan cara ini adalah pelaku bisa melakukan update setiap hari dan membuat kode berbahaya yang berbeda untuk tiap pengguna. "Ini merupakan keuntungan besar bagi penulis virus karena mereka tetap memegang kontrol dan menguasai jalur distribusi virus buatan mereka," ucapnya.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar