Cari Artikel

Loading

Refreshing - Diaduk-aduk sama Nenek

Alkisah pada suatu hari seorang nenek2 dengan kaca mata tebal naik bus. Ongkos bus waktu itu 500 perak bagi lansia.

Tak lama datang kondektur menanyakan ongkos: "Ongkosnya nek..."

Si nenek membuka retsleting tasnya yang berada disebelah kirinya dan mencari-cari koin kuning 500 perak yg ada dalam tasnya. Tas si nenek diletakkan di antara si nenek dan seorang mahasiswa.

"Belom ketemu nak, nanti deh" ujarnya kepada kondektur.

Setelah beberapa saat ketika kondektur lewat lagi, si kondektur menagih lagi, si nenek membuka retleting, mencari2 koin, belom ketemu dan menjawab "nanti ya, sabar"

Beberapa kali berulang2, sampai akhirnya mahasiswa yg tadinya duduk diam disebelahnya akhirnya angkat bicara: "Daripada susah2, saya bayarin aja deh nek"

Lalu mahasiswa itu membayar ongkos si nenek ke kondektur.

Si kondektur tersenyum bangga & bilang "baik kali kau anak muda..."

Demikian juga si nenek dgn terharu berkata: " duh anak muda, baik sekali kamu nak"
Mahasiswa itu menjawab: "nggak apa2 nek, daripada gara-gara 500 perak, dari tadi retsleting celana saya dibuka tutup, diaduk2 sama nenek, mendingan saya bayarin aja deh... !!!





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar