Cari Artikel

Loading

Aksi 'Mata-mata' Google Berujung Denda Rp 1,2 Miliar

Pihak berwajib Prancis baru saja melayangkan denda kepada Google. Raksasa internet dunia itu dianggap telah beraksi bak 'mata-mata' lantaran mengumpulkan data tanpa izin dan kontroversial lewat layanan Street View.

Commision Nationale de la'Information et des Libertes (CNIL) mengatakan bahwa sejatinya pada Mei 2010 lalu, Google telah diperingatkan akan ditindak dengan tegas jika mereka tidak menghentikan rekaman gambar yang tak diizinkan di jalan-jalan Prancis tersebut.

Kini, setelah beberapa waktu berselang, Google dianggap CNIL telah gagal untuk mengikuti aturan tersebut sehingga harus menerima hukuman berupa denda senilai USD 142 ribu atau setara dengan Rp 1,2 miliar ($1 = Rp 8.800).

Proyek Street View bekerja dengan merekam panorama atau pemandangan dengan kendaraan khusus yang cukup menarik perhatian. Memang kadang, aksi perekaman gambar ini dianggap mengganggu privasi warga. 

Terlebih, data-data pribadi warga juga bisa terekam dalam rekaman panorama yang dikumpulkan Google. Bahkan, dikutip dari Digital Trends, Amerika Serikat dan Inggris berencana untuk melakukan investigasi terhadap pelanggaran ini.

Google Street View memang terbilang layanan yang unik. Hanya saja dalam perjalanannya kerap melakukan kontroversi. Sebab, selain menampilkan pemandangan di peta digital dari suatu tempat, proses perekaman data juga kadang menyangkut informasi dari hal-hal yang berbau privasi, seperti hotspot layanan yang dilewati sepanjang perjalanan serta beragam aksi pribadi warga.





2 komentar:

Adis Production BALI mengatakan...

Memang selalu ada hal buruk dibalik hal yg baik.. sekarang tergantung kita yg menyikapinya..

Zona Indonesia mengatakan...

Beberapa hal yang bersifat privasi sebaiknya meminta konfirmasi terlebih dahulu... sehingga tidak berujung.. tuntutan.. :) Peace

Poskan Komentar